May 19,2017 Categories: Kegiatan

Event Sosialisasi Kenaikan Besar Santunan Jasa Raharja di Medan

PT Jasa Raharja (Persero) akan menaikkan jumlah santunan kecelakaan hingga 100 persen. Kenaikan akan berlaku pada 1 Juni 2017. Kenaikan santunan ini tidak dibarengi kenaikan iuran wajib (IW) dan sumbangan wajib (SW) yang dikenakan pada pengusaha angkutan dan pemiliki kendaraan bermotor sebagai premi.

Ketentuan baru ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.010/2017 tentang Besar Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Penumpang Umum di Darat, Sungai/Danau, Feri/Penyeberangan, Laut, dan Udara yang menggantikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 37/0.10/2008 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.010/2017 tentang Besar Santunan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan yang menggantikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 36/0.10/2008.

Untuk mendukung implementasi peraturan menteri tersebut, Kementerian Keuangan bersama PT. Jasa Raharja (Persero) melakukan sosialisasi di empat tempat berbeda, yakni di Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makasar. Sosialisasi ini diselenggarakan guna memberikan informasi kepada masyarakat tentang adanya kenaikan santunan bagi korban kecelakaan dan wujud kehadiran negara untuk memberikan perlindungan kepada segenap warga negara Indonesia.

Sosialisasi di Medan diselenggarakan pada Kamis, 18 Mei 2017 pukul 09.00 WIB Bertempat di The Regale International Convention Centre. Sosialisasi dimoderatori oleh Prof.Bismar Nasution, SH., MH. dengan narasumber adalah Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF)Kementerian Keuangan RI, Prof. Suahasil Nazara dan Direktur Operasional, Budi Rahardjo. Hadir pada acara tersebut yakni dari Sekda Provinsi Sumatera Utara H.Hasban Ritongan,SH., pihak Kepolisian, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Sumatera Utara, Ombudsman Medan, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, Otoritas Jasa Keuangan, Praktisi Akademisi, beberapa rumah sakit, mitra Jasa Raharja dan beberapa pihak terkait lainnya.

Kepala BKF-Kemenkeu RI Prof. Suahasil Nazara mengatakan kenaikan santunan dilakukan atas pertimbangan kondisi keuangan Jasa Raharja yang telah mampu menambah besaran tanggungan. “Semoga kenaikan santunan ini memberikan perlindungan yang lebih baik kepada korban kecelakaan,” ujar Prof. Suahasil Nazara.

Direktur Operasional Budi Rahardjo menjelaskan, kebijakan ini diambil berdasarkan pertimbangan selama delapan tahun terakhir, jumlah penumpang angkutan umum dan jumlah kendaraan bertambah secara signifikan. Sedangkan proporsi jumlah penumpang yang mengalami kecelakaan cenderung menurun.

Diharapkan seluruh masyarakat pengguna kendaraan umum didarat, laut, udara dan pengguna jalan akan merasakan manfaat dari pemberlakuan PMK Nomor 15 dan PMK Nomor 16 Tahun 2017 yakni Kenaikan Santunan Jasa Raharja.